“ Econo Channel 48 yang BERBISA. Kami adalah keluarga
yang Berani Berkarya, Inspiratif dan Luar Biasa! Kami adalah keluarga pena
pengekal cerita “ – Ninette Ika Asyifa
Dunia tulis menulis tidak lagi
asing bagi keluarga kami. Dunia jepret
menjepret sudah jadi kebiasaan kami. Dunia menumpahkan kreativitas dalam
sebuah grafik digital adalah kemampuan kami. Kami adalah keluarga yang bergerak
dalam dunia jurnalistik tepatnya. Kami adalah lembaga pers Fakultas Ekonomi.
Dimana kami lebih banyak dikenal sebagai Lembaga Pers Econo Channel Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri Jakarta.
Awalnya di saat FE masih
bergabung dengan FIS, EC merupakana media informasi yang digerakkan oleh para
dosen jurusan ekonomi. Ketika itu, pemimpin redaksi adalah Pak Dedi Purwana M.
Bus. Saat itu, Ec baru menerbitkan tabloid belum sampai tahap majalah. Lambat
laun ketika tahun 2005 FE memisahkan diri dari FIS dan berdiri sendiri menjadi
sebuah fakultas, maka muncul ide para mahasiswa yang menjadi pioneer dalam
garda terdepan untuk menggerakkan roda EC dan itulah pertama kalinya EC
menerbitkan majalah. Sempat vakum di tahun 2009 karena kosongnya kepengurusan.
Namun, seiring berjalannya waktu EC mengalami perkembangan. Dipimpin oleh
berbagai orang yang berkualitas dari mulai Muhammad Yusuf, Leonard dan
Novayuandini Gemilang akhirnya EC memasuki masa periodenya yang baru.
Setelah masa pimpinan
Novayuandini Gemilang, estafet pergerakan Econo Channel diberikan kepada Astri
Kusumaningtyah (Pend. Akuntansi ’10). Astri Kusumaningtyah yang akrab dipanggil
Nuning dipercayakan sebagai penggerak Econo Channel untuk periode 2013/2014.
Disini Nuning tidaklah sendiri. Dalam jajaran BPH (Badan Pengurus Harian),
Nuning ditemani oleh Ade Komaria (Pend. Administrasi Perkantoran ’11) selaku
Wakil Pimpinan Umum. Lalu, ada Putri Mentari (D3 Sekretaris ’11) yang menangani
bidang surat menyurat dengan jabatan Sekretaris. Di samping itu juga ada
Bendahara yang mengurus keuangan Econo Channel yang posisinya diisi oleh Sarah
Annisa Fauziyati (Pend. Akuntansi ’11).
Econo Channel tahun ini sedikit
mengalami perombakan. Hal ini bisa terlihat dari jumlah Departemen yang ada. Di
masa kepemimpinan Nuning, Econo Channel terdiri atas 3 Departemen. Yang pertama
adalah Departemen yang merupakan muka dari Econo Channel itu sendiri yaitu,
Departemen Humas. Humas tahun ini dikomandoi oleh Randy Erlangga (Pend. Ekonomi
Koperasi ’11). Lalu, Departemen yang kedua adalah Departemen yang merupakan
jantung dari Econo Channel yaitu, Departemen Pengembangan Sumber Daya
Mahasiswa. Dikatakan sebagai jantung karena tanpa Departemen ini, Econo Channel
tidak akan bisa mendapatkan kader-kader luar biasa seperti sekarang ini. Lalu,
yang terakhir adalah Departemen penggerak karena Departemen ini adalah alasan
mengapa Econo Channel dikatakan sebagai Lembaga Pers. Departemen tersebut
adalah Departemen Redaksi yang dipimpin oleh Riska Oktavia (Pend. Ekonomi
Koperasi ’11).
Departemen Redaksi terbagi lagi
menjadi 4 Sub. Departemen. Dimana Sub. Departemen ini merupakan bidang-bidang
khusus dalam dunia jurnalistik. Sub. Departemen yang pertama bergerak dalam
bidang Reporting. Ya, Sub. Departemen pertama adalah Reporter yang digerakkan
oleh Ninette Ika Asyifa (Pend. Akuntansi ’11). Sub.Dept ini bergerak dalam
bidang tulis menulis dan peliputan setiap event yang ada di daerah lingkungan
Fakultas Ekonomi. Sub.Dept kedua adalah Editor yang dipimpin oleh Catharina
Tiya (Akuntansi ’11). Mengedit hasil tulisan anak reporter merupakan tugas
utama seorang editor. Sub.Dept selanjutnya adalah Desain Grafis. Berisi orang-orang
yang mempunyai kemampuan untuk membuat desain majalah khususnya menjadi
menarik. Dikomandoi oleh Firman Adhy Nugroho (Pend. Ekonomi Koperasi ’11).
Lalu, ada Sub.Dept yang terakhir yang bergerak dalam bidang pengabadi
moment-moment yaitu, Fotografi. Tahun ini Sub.Dept Fotografi dipimpin oleh
Dimas Hasantri Rahmat (Pend. Administrasi Perkantoran ’11).
Saat ini Econo Channel bernama
EC 48. Karena kader-kader kami berjumlah 48 orang yang luar biasa dan
semangatnya selalu BERBISA. EC yang telah mengalami beberapa fase masih terus
dan akan terus berjalan. EC bukan hanya sekedar organisasi biasa, tapi EC
adalah sebuah keluarga pena pengekal cerita.
Penulis :
Ninette Ika Asyifa






0 komentar:
Posting Komentar