Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

Pengikut

BIG SMILE EVERY SECOND

Ramadhan kali ini ditutup dengan perjalanan panjang saat hari lebaran.

Malamnya saat semua orang takbiran, gua bersama Jenny (nama motor kesayangan) berkelana dari Bekasi menuju Pamulang. Berangkat jam 10 malam dan sampai disana sekitar jam setengah 12 malam. Wow seandainya Jakarta bisa selancar malam itu setiap hari. :D

Malam itu gua ambil track melalui Pasar Rebo, dimana gua melewati beberapa lampu lalu lintas yang banyak. Sialnya malam itu setiap ngelewatin lampu lalu lintas selalu kedapatan yang merah. Tapi, emang deh Allah selalu ajaib dengan rencana-Nya.

Cerita singkat gua kedapetan lampu merah di lampu lalu lintas ragunan. Disana macet cukup panjang karena lampu merahnya 200 detik. Wew. Ada satu pemandangan yang membuat 200 detik itu tidak menjenuhkan. Anak kecil yang lagi main kembang api sambil senyum sumringah. Dia main di pinggir jalan tanpa menghiraukan orang lain ngeliatin dia yang aneh banget, main kembang api kok girangnya minta ampun.

Anak ini bener2 cuek, sampai akhirnya lompat-lompat menuju tengah jalan sampai diklakson oleh beberapa motor. Ga lama ibu sang anak datang dan gua baru sadar disitu bahwa sang anak tidak bisa melihat.

Entah kenapa di hati gua berasa sedih dan ngerasa tadi udah sombong banget. Tadi gua bilang, main kembang api aja girang banget, ya jelas dia tuna wisma, kembang api itu barang mahal. Gua sadar, jahat banget gua ngomong gitu. Tapi, bukan itu yang bikin gua ngerasa sedih.

Guys, dia ga bisa melihat. Terus kenapa dia bisa senang dan senyum sumringah main kembang api yang bahkan keindahannya ga bisa dia lihat? Hebatnya dia bisa bikin semua orang yang ngelihat senyum-senyum sendiri melihat tingkahnya dan gua yakin kebanyakan dari kami yang ngelihat ga nyangka kalo dia buta sampai akhirnya ibunya yang narik dia ke pinggir lagi.

200 detik berlalu, tapi gua ga meneruskan perjalanan melainkan berhenti menuju anak itu dan berkenalan. Namanya Salsa, kayak nama temen adik gua di rumah. Umurnya 4 tahun. Kebetulan gua bawa makanan kecil untuk sepupu-sepupu gua di Pamulang sana jadi mending gua kasih buat Salsa. Dia seneng banget makan “Nyam-nyam”. Dengan 1.700 rupiah gua bisa melihat senyum terindah dari Salsa.

Gua ga bisa lama-lama disana, sebelum bisa ngobrol-ngobrol lebih lanjut akhirnya gua pergi. Tapi, 10 menit bareng Salsa banyak pelajaran yang bisa gua ambil.

Bisa dibilang sebelum kejadian ini gua pernah mendeklarasikan jargon hidup baru bernama “Big Smile Everyday”. Gua akan rubah itu sekarang menjadi “Big Smile Every Second”.

Salsa mengajarkan gua lewat 200 detik yang sempurna, bahwa senyum itu bisa membuat kehidupan kita dan orang lain yang melihatnya jadi lebih indah. Senyum adalah hal yang mudah tapi membawa banyak barokah. Sulitnya hidup Salsa seakan tidak terlihat saat ia tersenyum dan kebetulan itu yang ingin gua terapkan dalam hidup ini, yaitu menyimpan segala kekecewaan hidup untuk diri sendiri saja dan dengan tersenyumlah caranya.

Sebuah Hadits pun mengatakan bahwa senyum kita di hadapan saudara kita adalah shadaqoh dan bukankah itu mudah? Makasih ya Salsa, udah ngajarin gua bahwa senyum itu harus setiap detik. :)

Senyum adalah suatu hal yang indah, paling berkah, dan paling mudah. Keindahannya memancarkan aura surga, berkahnya menuntun kita menjadi penghuninya, dan kemudahannya membuat kita semangat melakukannya.

Ramadhan mungkin sudah pergi tapi pelajarannya selalu memberi di setiap arti. Terima kasih ya Allah, sudah memberi lampu merah kala itu. So, what are you waiting for now? Ayo BIG SMILE EVERY SECOND! :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

4 komentar:

ZeKu mengatakan...

Seandainya bisa memaknai tiap kejadian seperti Ninet, hhmm ^_^
Lanjutkan!!!

Ninette Nia mengatakan...

Kejadian itu tidak ada maknanya tanpa kamu di sisiku ze :D eaaaaaa

ZeKu mengatakan...

eerrr -_-"

Ninette Nia mengatakan...

aikikikiki :D

Posting Komentar