Assalammualaikum kawan-kawan,
Udah lama nih Ninette gak nulis blog. Hehehe. Gara-gara jadwal kuliah yang padat. Kuliah yang padat dengan segudang aktivitas dan tugas. Capek sih dan agak mau menyerah juga di tengah jalan tapi dinikmati aja. Alhamdulillah deh masih mampu bertahan untuk menyelesaikan semuanya baik dari segi aktivitas maupun tugas.
Akhir-akhir ini, Ninette lagi seneeeennnnggggg banget. Gak pernah berhenti mengucapkan kalimat hamdalah. Kenapa bisa seneng banget? Karena apa yang sudah Ninette lakukan sesuai dengan hasil yang Ninette harapkan.
Semester 1 yang lalu, Ninette ngerasa banyak banget anugerah yang diberikan Allah ke Ninette. Dari mulai lolos SNMPTN, diterima di UNJ, punya teman-teman dan sahabat-sahabat baru yang menyenangkan dan berkelas (dari banyak sisi ya! :D), punya kakak-kakak senior yang mau mengayomi dan bantu membimbing dan Alhamdulillah menemukan tempat yang tepat untuk mengembangkan bakat yang sudah dikasih Allah selama ini.
Pengikut
SEMANGAT BERSYUKUR!!
Special For Them
Teruntuk : Papa.. Mama.. Jazmi.. Runa.. dan Hanif..
Orang yang paling kucinta dan paling tercinta di muka bumi ini.
Izinkan aku, menggoreskan beberapa kata untuk menggambarkan betapa indahnya dan menakjubkannya kalian.
18 tahun yang lalu, aku diutus oleh Allah untuk pergi ke bumi.
Aku berangkat dengan penuh kecemasan dan ketakutan.
Aku cemas karena aku tahu bumi tak seindah surga.
Aku takut karena aku tahu bumi tak sedamai surga.
Lalu, Allah berbisik kepadaku
" Aku sudah siapkan 2 orang malaikat yang akan menjagamu di sana, kau akan menyebut mereka Papa dan Mama. Percayalah. "
Aku akhirnya pergi ke bumi dan seperti yang Allah bisikkan padaku, disana sudah ada 2 orang malaikat yang menungguku. Saat aku lewati gerbang perantara surga dan dunia, seorang lelaki tampan menyambut kehadiranku. Badanku yang masih lengket dan penuh dengan darah tak dihiraukannya. Dia segera menggendongku. Aku yang terkaget dan terheran dengan keadaan ini menangis. Namun, ia hanya tersenyum bahagia dan berkata
" Tangisanmu bagaikan seruling malaikat "
Dia menciumku dan membisikkan lantunan adzan nan merdu yang membuatku berhenti menangis.
" Senangnya bisa menjadi Papa-mu, nak "
Papa? Dia Papaku. Malaikat yang dijanjikan Allah akan menjagaku di bumi ini.
~ Introducing ~
Sebuah cerpen lagi hasil karya gue. Selama ngedokem di Pamulang gue justru bisa menghasilkan karya. Tulisan gue emang belom layak baca. Tapi, bolehlah nyoba-nyoba. :D Enjoy! :)
Just For Him :D
Sebuah tulisan sederhana.
Untuk mencurahkan segala rasa yang ada di dalam dada.
Rasa ini sudah begitu membuncah.
Menyiksa segala asa karena tak kunjung disapa.
Padahal yang aku ingin rasa ini bukan hanya ada di hatiku.
Namun juga ada di hatinya.
Pertanyaan yang selalu menyiksa pikiranku.
Apakah mungkin?
Dia memilih jalan kehidupan yang membuatku sulit untuk mendekatinya.
Dia seorang pria bersahaja yang digilai setiap wanita.
Ketaatannya pada agama, membuat setiap wanita berlomba-lomba agar dia menjadi imam mereka.





