Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

Pengikut

SEMANGAT BERSYUKUR!!

Assalammualaikum kawan-kawan,

Udah lama nih Ninette gak nulis blog. Hehehe. Gara-gara jadwal kuliah yang padat. Kuliah yang padat dengan segudang aktivitas dan tugas. Capek sih dan agak mau menyerah juga di tengah jalan tapi dinikmati aja. Alhamdulillah deh masih mampu bertahan untuk menyelesaikan semuanya baik dari segi aktivitas maupun tugas.

Akhir-akhir ini, Ninette lagi seneeeennnnggggg banget. Gak pernah berhenti mengucapkan kalimat hamdalah. Kenapa bisa seneng banget? Karena apa yang sudah Ninette lakukan sesuai dengan hasil yang Ninette harapkan.

Semester 1 yang lalu, Ninette ngerasa banyak banget anugerah yang diberikan Allah ke Ninette. Dari mulai lolos SNMPTN, diterima di UNJ, punya teman-teman dan sahabat-sahabat baru yang menyenangkan dan berkelas (dari banyak sisi ya! :D), punya kakak-kakak senior yang mau mengayomi dan bantu membimbing dan Alhamdulillah menemukan tempat yang tepat untuk mengembangkan bakat yang sudah dikasih Allah selama ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Special For Them

Teruntuk : Papa.. Mama.. Jazmi.. Runa.. dan Hanif..

Orang yang paling kucinta dan paling tercinta di muka bumi ini. Izinkan aku, menggoreskan beberapa kata untuk menggambarkan betapa indahnya dan menakjubkannya kalian.

18 tahun yang lalu, aku diutus oleh Allah untuk pergi ke bumi. Aku berangkat dengan penuh kecemasan dan ketakutan. Aku cemas karena aku tahu bumi tak seindah surga. Aku takut karena aku tahu bumi tak sedamai surga. Lalu, Allah berbisik kepadaku

" Aku sudah siapkan 2 orang malaikat yang akan menjagamu di sana, kau akan menyebut mereka Papa dan Mama. Percayalah. "

Aku akhirnya pergi ke bumi dan seperti yang Allah bisikkan padaku, disana sudah ada 2 orang malaikat yang menungguku. Saat aku lewati gerbang perantara surga dan dunia, seorang lelaki tampan menyambut kehadiranku. Badanku yang masih lengket dan penuh dengan darah tak dihiraukannya. Dia segera menggendongku. Aku yang terkaget dan terheran dengan keadaan ini menangis. Namun, ia hanya tersenyum bahagia dan berkata

" Tangisanmu bagaikan seruling malaikat "

Dia menciumku dan membisikkan lantunan adzan nan merdu yang membuatku berhenti menangis.

" Senangnya bisa menjadi Papa-mu, nak "

 Papa? Dia Papaku. Malaikat yang dijanjikan Allah akan menjagaku di bumi ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

~ Introducing ~

Sebuah cerpen lagi hasil karya gue. Selama ngedokem di Pamulang gue justru bisa menghasilkan karya. Tulisan gue emang belom layak baca. Tapi, bolehlah nyoba-nyoba. :D Enjoy! :)


Hari itu, Jakarta sangat panas seperti biasanya. Padahal masih pagi buta.  Tapi, mau bagaimanapun juga kegiatan para penghuninya harus tetap berjalan normal.  Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, akhirnya seorang  gadis remaja sampai juga di sekolah barunya. Motor bebek berkekuatan 125 cc yang dikendarainya mulai memasuki halaman parkir. Setelah ketemu celah kosong yang pas , ia pun memarkir motornya. Dan ia bergegas turun dari motornya. Dibuka helm full face-nya dan terlihat paras wajahnya yang cantik. Rambut pendeknya yang dipotong segi nampak serasi dengan mukanya yang terlihat tegas karena rahangnya yang kuat. Ditaruhnya helm tersebut di motornya dan ia bergegas menuju kelasnya.
          Dia mengecek HP-nya yang sedari tadi ia taruh di dalam kantong kemejanya dan mencabut colokan headset-nya. Dia memang terbiasa memakai headset untuk mendengarkan lagu-lagu kesukaannya selama dia mengendarai motor. Apalagi kalo selama perjalanan itu macet banget, kayak yang dia alamin hari ini.
          Gadis ini bernama Resti. Resti Dian Kesuma. Dia baru aja pindah dari Jogjakarta. Kepindahannya ke Jakarta karena kepindahan tempat kerja ayahnya yang baru saja mendapatkan promosi jabatan dari bosnya. Dan hari ini, adalah hari pertama Resti bersekolah di sekolah barunya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Just For Him :D


Sebuah tulisan sederhana.
Untuk mencurahkan segala rasa yang ada di dalam dada.
Rasa ini sudah begitu membuncah.
Menyiksa segala asa karena tak kunjung disapa.

Padahal yang aku ingin rasa ini bukan hanya ada di hatiku.
Namun juga ada di hatinya.

Pertanyaan yang selalu menyiksa pikiranku.
Apakah mungkin?
Dia memilih jalan kehidupan yang membuatku sulit untuk mendekatinya.

Dia seorang pria bersahaja yang digilai setiap wanita.
Ketaatannya pada agama, membuat setiap wanita berlomba-lomba agar dia menjadi imam mereka.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS