Teruntuk : Papa.. Mama.. Jazmi.. Runa.. dan Hanif..
Orang yang paling kucinta dan paling tercinta di muka bumi ini.
Izinkan aku, menggoreskan beberapa kata untuk menggambarkan betapa indahnya dan menakjubkannya kalian.
18 tahun yang lalu, aku diutus oleh Allah untuk pergi ke bumi.
Aku berangkat dengan penuh kecemasan dan ketakutan.
Aku cemas karena aku tahu bumi tak seindah surga.
Aku takut karena aku tahu bumi tak sedamai surga.
Lalu, Allah berbisik kepadaku
" Aku sudah siapkan 2 orang malaikat yang akan menjagamu di sana, kau akan menyebut mereka Papa dan Mama. Percayalah. "
Aku akhirnya pergi ke bumi dan seperti yang Allah bisikkan padaku, disana sudah ada 2 orang malaikat yang menungguku. Saat aku lewati gerbang perantara surga dan dunia, seorang lelaki tampan menyambut kehadiranku. Badanku yang masih lengket dan penuh dengan darah tak dihiraukannya. Dia segera menggendongku. Aku yang terkaget dan terheran dengan keadaan ini menangis. Namun, ia hanya tersenyum bahagia dan berkata
" Tangisanmu bagaikan seruling malaikat "
Dia menciumku dan membisikkan lantunan adzan nan merdu yang membuatku berhenti menangis.
" Senangnya bisa menjadi Papa-mu, nak "
Papa? Dia Papaku. Malaikat yang dijanjikan Allah akan menjagaku di bumi ini.
Aku lalu dibersihkan dan diselimuti kehangatan kain sutra. Sejenak aku bertanya dimana malaikat yang satu lagi. Lalu, kulihat di seberang sana. Masih penuh peluh dan badannya berlumuran darah. Wajahnya takjub walau sembari menahan sakit. Ia tersenyum kepadaku. Dan berkata
" Subhanallah. Bisa melahirkan seorang anak yang cantik sepertimu dari dalam perutku nak "
Lalu, aku dipeluknya, digendongnya, dikecupnya. Hangat badanku terasa saat dalam dekapannya. Damai hatiku terasa saat dia menyanjungku.
" Aku mencintaimu nak. Mama mencintaimu "
Mama? Dia Mamaku. Malaikat yang dijanjikan Allah akan menjagaku di bumi ini.
18 tahun, itu 18 tahun yang lalu. Kini aku sudah beranjak dewasa. Aku sudah mampu menapaki kehidupan ini walau terkadang langkahku masih goyah. Merekalah, para malaikatku yang menuntunku sehingga langkahku tegak kembali.
Malaikatku, mereka semakin membuat hidupku terasa sempurna saat mereka memberikan 3 malaikat kecil. Jazmi, Runa dan Hanif. Mungkin hari-hariku pernah dibuat mereka menyebalkan. Tapi, sehari saja tak bisa menghabiskan menit-menit kehidupanku dengan mereka, aku merasa gundah.
Ya Allah, terima kasih. Kau sudah menitipkan diriku ini ke dalam sebuah keluarga yang sederhana namun bahagia luar biasa. Kau sudah mengenalkan aku kepada malaikat yang selalu membelaku walau terkadang mereka tahu kalau aku salah. Kau sudah menyempurnakan kehidupanku di dunia ini seperti di surga bersama mereka.
Aku tak kuasa, aku tak pernah mau dan aku yakin aku takkan mampu. Jika suatu saat, kau harus memanggilku untuk kembali ke surga. Jika suatu saat, kau akan memanggil mereka satu per satu kembali ke sisimu. Kehilangan mereka, bukan hal yang aku inginkan walau harus kurelakan.
Izinkan ya Allah, aku membuat mereka semua tersenyum dalam kebersamaannya bersamaku. Aku bukanlah makhluk-Mu yang sempurna. Namun, demi mereka aku slalu mencoba sempurna. Izinkan ya Allah, aku ukir kebanggaan di dada mereka bila mengingat diriku. Izinkan ya Allah, aku mengunggah senyum mereka dalam hari-hari yang terindah.
Mereka yang mengajarkanku kehidupan. Mereka yang membuatku memahami kehidupan. Mereka yang menyemangatiku dalam menaklukan kehidupan.
Saat aku pergi suatu hari nanti, saat aku berlayar ke tempat aku ditakdirkan menjemput kesuksesanku. Saat aku memahat cita yang aku inginkan. Saat aku harus bersama cinta yang kau jodohkan untukku. Aku mungkin takkan mampu untuk berpaling dan ucapkan selamat tinggal kepada mereka.
Terlalu indah detik-detik yang kukorbankan untuk meninggalkan mereka. Terlalu menyedihkan, bila radio kehidupanku tak diisi oleh tawa mereka. Ini lah hidup. Inilah cerita tentang cinta. Cerita tentang sebuah ukhuwah.
Titipan Allah, sebuah rasa yang mempengaruhi setiap insan di dunia. Ya Allah, setiap ku bersujud pada-Mu Ku mohon jaga mereka dari setiap belain syaitan. Lindungi mereka dari kemaksiatan. Kurungi mereka dalam lingkaran kebaikan-MU,
Aku cinta, begitu cinta, terlalu cinta. Papa, Mama, Jazmi, Runa dan Hanif. Seluruh badanku dan hidupku tak lebih berharga dari seujung kuku kalian. Terimalah rasa cinta yang kutulis ini. Keluargaku. Keluarga terindahku. Keluarga yang membuatku indah.
Ninette Ika Asyifa






0 komentar:
Posting Komentar